Kamis, 10 Mei 2012

Makalah PEMBIDANGAN ILMU ADMINISTRASI - Fatjri Nur Tajuddin - Pendidikan Antropologi-S1 Universitas Negeri Makassar

MAKALAH
PEMBIDANGAN ILMU ADMINISTRASI
 ( Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Administrasi dan Manajemen )
Dosen : Maharuddin Pangewa, M.Si





FATJRI NUR TAJUDDIN
1168040104

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANTROPOLOGI – S1
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011/2012



KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah berkenan memberi petunjuk dan hidayahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Pembidangan Ilmu Administrasi”. Dalam menyelesaikan makalah ini penyusun banyak sekali mendapat bantuan, dukungan moril maupun materi dari berbagai pihak dan pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Maharuddin Pangewa, M.Si selaku dosen pembimbing dan kepada teman-teman yang sudah memberikan bantuan dan masukan sehinnga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini, penyusun telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik, namun penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penyusun sangat mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Makassar,  09 Oktober 2011
           
Fatjri Nur Tajuddin 1168040104


DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. ...... iii
BAB I      PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah ............................................................................. 3
C.     Tujuan ....................................................................................... ....... 3
D.    Manfaat ............................................................................................ 3
BAB II    PEMBAHASAN
A.    Penggolongan Ilmu Administrasi .................................................... 4
B.     Perangkat Administrasi.................................................................. 10
C.     Perbedaan Pokok antara Administrasi Negara dan
Administrasi Niaga ....................................................................... 11
D.    Perbedaaan antara Administrasi yang Ilmiah dan
Nonilmiah....................................................................................... 13
BAB III   PENUTUP
A.    Kesimpulan..................................................................................... 15
B.     Saran............................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 16


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang kehidupan. Karena itu, banyak sekali definisi mengenai administrasi. Sekalipun demikian, ada tiga unsur pokok dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda apakah sesuatu kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak. Dari definisi administrasi yang ada, kita dapat mengelompokkan administrasi dalam pengertian proses, tata usaha dan pemerintahan atau adminsitrasi negara. Sebagai ilmu, administrasi mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di antaranya adalah administrasi negara.Administrasi negara juga mempunyai banyak sekali definisi, yang secara umum dapat dibagi dalam dua kategori. Pertama, definisi yang melihat administrasi negara hanya dalam lingkungan lembaga eksekutif saja. Dan kedua, definisi yang melihat cakupan administrasi negara meliputi semua cabang pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan publik.Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya. Di antara berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling banyak mempengaruhi penampilan (performance) administrasi negara.Sejarah Pertumbuhan Administrasi NegaraDari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa terdapat tali sejarah yang merakit perkembangan administrasi negara. Apa yang dicapai dan diberikan oleh administrasi negara sekarang, tidak lepas dari upaya-upaya yang tidak kenal lelah yang telah dilakukan oleh para peletak dasar dan pembentuk administrasi yang dahulu. Administrasi modern penuh dengan usaha untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala kegiatannya untuk mewujudkan kemak-muran dan melayani kepentingan umum. Karena itu, administrasi negara tidak dipandang sebagai administrasi “of the public”, tetapi sebaliknya adalah administrasi “for the public”.Ide ini sebenarnya bukanlah baru. Orientasi semacam ini telah dicanangkan dengan jelas dalam ajaran Confusius dan dalam “Pidato Pemakaman” Pericles, bahkan dalam kehidupan bangsa Mesir kuno. Bukti – bukti sejarah dengan jelas membuktikan upaya-upaya yang sistematis, yang dikobarkan oleh tokoh-tokoh seperti Cicero dan Casiodorus. Selama abad ke-16 – 18 tonggak kemapanan admi-nistrasi negara Jerman dan Austria telah dipancangkan oleh kaum Kameralis yang memandang administrasi sebagai teknologi. Administrasi negara juga memperoleh perhatian penting di Amerika, terutama setelah negara ini merdeka.Apa yang dikemukakan oleh Cicero dalam De Officiis misalnya, dapat ditemukan dalam kode etik publik dari kerajaan-kerajaan lama. Hal yang umum muncul di antara mereka adalah adanya harapan agar administrasi negara melakukan kegiatan demi kepentingan umum dan selalu mengembangkan kemakmuran rakyat. Dengan kata lain, administrasi negara tidak seharusnya mengeruk kantong kantornya (korupsi) demi kepentingan dirinya sendiri.Pendekatan Administrasi Negara ModernPerkembangan evolusioner administrasi negara diuraikan melalui pendekatan tradisional, pendekatan perilaku, pendekatan pembuatan keputusan (desisional) dan pendekatan ekologis. Secara khusus, pendekatan tradisional mengungkapkan tentang pengaruh ilmu politik, sebagai induk administrasi negara, pendekatan rasional dalam administrasi dan pengaruh Gerakan Manajemen Ilmiah terhadap perkembangan administrasi negara.Di antara empat pendekatan yang diajukan, tidak ada satu pun pendekatan yang lebih unggul daripada pendekatan-pendekatan yang lain, karena setiap pendekatan berjaya pada sesuatu masa, di samping kesadaran bahwa setiap pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangan.Karena administrasi mengandung berbagai macam disiplin, sehingga cara pendekatan dan metodologi dalam administrasi juga beraneka ragam, maka administrasi negara merupakan bidang kajian yang dinamis. Selanjutnya sukar untuk secara khusus menerapkan satu-satunya pendekatan terbaik terhadap aspek administrasi tertentu. Kiranya lebih bermanfaat untuk mempergunakan keempat cara pendekatan tersebut sesuai dengan aksentuasi dari sesuatu gejala yang diamati.Pengaruh politik terhadap administrasi negara selalu besar, tidak peduli kapan pun masanya. Hal ini disebabkan oleh adanya gejala di semua negara yang menunjukkan bahwa setiap pemerintah disusun di atas tiga cabang pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Hubungan terus menerus administrasi dengan politik mencerminkan keberlanjutan hubungan antara lembaga eksekutif dengan lembaga legislatif, sebagaimana dicerminkan dalam dua tahap pemerintahan, yakni tahap politik dan tahap administrasi. Jika tahap pertama merupakan tahap perumusan kebijakan, maka tahap kedua merupakan tahap implementasi kebijakan yang telah ditetapkan dalam tahap pertama.

B.     Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah mendeskripsikan mengenai ilmu administrasi tentang pembidangan ilmu administrasi.

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui penjelasan mengenai pembidangan ilmu aadministrasi .

D.    Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu:
1.      Para pembaca dapat mengetahui pembidangan ilmu administarsi.
2.      Para pembaca terutama mahasiswa dapat mengetahui dan atau menambah pengetahuannya tentang ilmu administrasi.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Penggolongan Ilmu Administrasi
Memperhatikan pengertian administrasi pada bab di muka dapat dilihat betapa luas ruang lingkup dari administrasi. Ini dapat dimaklumi karena administrasi sebagai proses kerja sama manusia untuk mencapai Tujuan tertentu, dapat diterapkan baik dalam kegiatan internasional, negara, pemerintah, maupun oleh swasta. Sehingga pembagian administrasi dapat dilakukan berdasarkan bidang-bidang dimana administrasi itu dilaksanakan dan dapat pula dilaksanakan berdasarkan unsur-unsurnya.
Adapun pembagian administrasi dapat dikemukakan berdasarkan pendapat para ahli sebagai berikut :
1.     Y. Wayong, dalam bukunya “Fungsi Administrasi Negara” membagi ilmu Administrasi dalam ruang lingkup, yaitu :
a.        Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Administrasi Negara adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh aparatur pemerintahan dari suatu Negara dalam usaha mencapai tujuan negara.
b.        Ilmu Administrasi Niaga
Ilmu Administrasi Niaga, adalah keseluruhan kegiatan mulai dari produksi barang dan jasa sampai tibanya barang atau jasa tersebut ditangan konsumen.
2.     Drs.Soekarno.K, dalam bukunya “Dasar-Dasar Management” menegmukakan penggolongan administrasi dengan memandang dari segi obyek administrasi, sehingga beliau membagi Administrasi menjadi 3 golongan besar yaitu :
a.        Administrasi yang berobyek kenegaraan (Public Administration) dapat dibagi :
1)    Administrasi Pemerintahan, terdiri dari :
ü  Administrasi sipil, ialah keseluruhan aktifitas yang dilakukan oleh departemen-departemen, jawatan-jawatan sampai kepada aktifitas-aktifitas camat-camat dan lurah-lurah.
ü  Administrasi Militer (Angkatan Bersenjata) yang terdiri dari Administrasi Angkatan Udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Kepolisian.
2)    Administrasi Perusahaan ( Negara ).
Administrasi perusahaan adalah seluruh aktifitas yang bergerak di bidang perusahan-perusahan yang pada hakekatnya dapat di golongkan berdasarkan gerak usaha di bidang produksi, distribusi, transport, perbankan dan asuransi.
b.       administrasi yang berobyek swasta / Niaga  (Business Administratio) dapat dibagi menjadi :
1)         Administrasi Perusahaan.
Administrasi Perusahaan adalah aktifitas-aktifitas di bidang produksi, transport, asuransi, perbankan dan sebagainya. Yang pada hakekatnya sama dengan ruang gerak Administrasi Perusahaan Negara.
2)         Administrasi bukan perusahaan / Non Niaga, biasanya cenderung kearah usaha social seperti : Administrasi Sekolah Swasta, Rumah Sakit,  dan sebagainya.
c.        Administrasi yang berobyek Internasional (International Administration).
Termasuk di dalamnya seluruh aktifitas yang bergerak di bidang internasional seperti UNESCO, UNICEF, IMF, ILO, dan sebagainya yang dilakukan PBB, juga Asia Games.
3.      SP. Siagian dalam bukunya “Filsafah Administrasi” membagi ilmu administrasi dalam dua bagian besar :
a.        Administrasi Negara :
1)     Management.
2)     administrasi Kepegawaian.
3)     Administrasi Keuangan.
4)     Office Management.
5)     Leadership.
6)     Filsafat Administrasi, dsb.
b.        Administrasi Privat ( Administrasi Niaga ) yang meliputi :
1)     Management.
2)     Management Produksi.
3)     Industrial Relation.
4)     Business Education.
5)     Traffic Management, dsb.
Lebih lanjut  SP. Siagia melihat perkembangan administrasi yang sangat dinamis dan semakin pentingnya peranan pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, sehingga pemerintah pun turut berkecimpung dalam kegiatan keniagaan. Hal ini terbukti dengan adanya “Public Coorporation” yang meskipun dikuasai oleh negara, kegiatan-kegiatannya, motif bekerja dan struktur organisasinya keseluruhannya bersifat keniagaan. Sehingga timbul kegiatan yang bersifat “Public  Business Administration”.
 
4.     The Liang Gie
Beliau merinci Ilmu Administrasi dari dua sudut yaitu :
a.        Perincian ilmu administrasi berdasarkan unsur-unsurnya.
Berdasarkan unsur-unsur administrasi, maka ilmu administrasi itu dibagi atas 8 cabang ilmu pengetahuan yaitu :
1)     Ilmu Administrasi.
2)     Ilmu Management.
3)     Ilmu Komunikasi.
4)     Ilmu Administrasi Kepegawaian.
5)     Ilmu Administrasi Keuangan.
6)     Ilmu Administrasi Perbankan.
7)     Ilmu Tata Usaha.
8)     Ilmu Hubungan Masyarakat.
b.   Perincian ilmu administrasi menurut lingkungan, suasana dan tujuan.
Berdasarkan linkungan suasana pelaksanaan dan tujuannya, Ilmu Administrasi di golongkan dalam 3 kelompok yaitu :
1)         Ilmu Administrasi Negara yang di bagi menjadi:
a.        Administrasi Kepolisian.
b.       Administrasi Kemiliteran.
c.        Administrasi Pengadilan.
d.       Administrasi Kepenjaraan.
e.        Administrasi Kepajakan.
f.        Administrasi Pengajaran Rakyat.
g.       Administrasi Kesehatan Rakyat.
h.       Administrasi Rekreasi.
i.         Administrasi Internasional.
2)         Ilmu administrasi perusahaan, dalam cabang-cabang pengetahuan khusus diperinci sebagai berikut :
a.        Administrasi Penjualan.
b.       Administrasi Periklanan.
c.        Administrasi Kepasaran.
d.       Administrasi Keproduksian.
e.        Administrasi Perbankan.
f.        Administrasi Perhotelan.
g.       Administrasi Pengangkutan.
3)         Ilmu Administrasi social, diperinci sebagai berikut :
a.   Administrasi Keagamaan.
b.   Administrasi Serikat Buruh.
c.   Administrasi Perkoperasian.
d.  Administrasi Perhimpunan.
e.   Administrasi Pekerjaan Sosial.
5.       Prayudi Atmosudirdjo,  membagi Ilmu Administrasi sebagai berikut :
a.        Ilmu Administrasi Public yang meliputi :
1)         Ilmu Administrasi (Public) International.
2)         Ilmu Administrasi (Public) Nasional, ini dibagi :
l   Ilmu Administrasi negara umum.
l   Ilmu Administrasi Daerah (Otonom).
l   Ilmu Administrasi Negara Khusus.
b.       Ilmu Administrasi Privat, yang meliputi :
1)         Ilmu Administrasi Niaga (Business Administration).
2)         Ilmu Administrasi Privat Non Niaga.
Lebih lanjut beliau membagi Ilmu Administrasi dalam 7 cabang, yaitu :
§  Ilmu Administrasi Umum atau Ilmu Top Management.
§  Ilmu Organisasi.
§  Ilmu Management.
§  Ilmu Tata Usaha.
§  Ilmu Sejarah Administrasi.
§  Ilmu Ensiklopedi Administrasi.
§  Ilmu Filasafat Administrasi.
6.     Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gajah Mada (BPA UGM) membagi Ilmu Administrasi dalam 9 bagian yaitu :
a.       Pengantar Ilmu Administrasi (dan Efisiensi Kerja).
b.      Ilmu Organisasi.
c.       Ilmu Manajemen.
d.      Ilmu Komunikasi Administrasi.
e.       Ilmu Administrasi Kepegawaian.
f.       Ilmu Administrasi Keuangan.
g.      Ilmu Administrasi Perbekalan.
h.      Ilmu Administrasi Tata Usaha.
i.        Ilmu Hubungan Masyarakat.



B.     Perangkat Administrasi
Perangkat adalah alat kelengkapan. Perangkat administrasi adalah kelengkapan administrasi atau bagian yang berfungsi sebagai penunjang terlaksananya kegiatan administrasi. Sudah diuraikan pada bab sebelumnya bahwadi dalam administrasi selalu dijumpai tiga proses yaitu proses yang bersifat pemikiran teknis operasional dan yang bersifat pembantuan. Untuk terlaksananya proses-proses tersebut diperlukan perangkat administrasi yang bertugas melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan sasaran yang telah ditentukan.
Sehubungan dengan itu Makkasau (1982:130) menggolongkan perangkat administrasi dalam tiga bagian yaitu:
1.         Perangkat kendali administrasi, adalahl alat/sarana yang mengendalikan kegiatan administrasi secara terarah dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan  atau sasarnnya, meliputi perankat yang bersifat landasan idiil seperti Pancasila bagi NKRI, perangkat yang bersifat Konstitusional, yaitu UUD 1945 bagi KRI, dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga untuk organisasi biasa, perangkat yang bersifat operasional sebagai penjabaran lebih lanjut dari kedua landasan idiil dan konstitisi atau hanya berdasarkan kepada salah satunya, misalnya doktrin, petunjuk, program.
2.         Perangkat operasional administrasi, yaitu perangkat yang melaukaan kegiatan-kegiatan administrasi secara operasional di lapangan yang terdiri atas manajemen, organisasi, kepemimpinan, dan personal.
3.         Perangkat pendukung administrasi, meliputi perangkat kendali pendukung yang terdiri atas: prosedur pengadaan, prosedur penggunaan, prosedur pemeliharaan, dan lain-lain. Perangkat operasional pendukung, terdiri dari perencanaan pendukung, terdiri dai perencanaan pendukung program pengadaanpenggunaan, metode dan teknik penggunaan/pemeliharaan, dan lain-lain. Perankat sarana/prasarana pendukung terdiri dari: peralata, biaya/anggaran, dan materi/logistik. Sebagai visualisasi lihat gambar berikut:
 



C.    Perbedaan Pokok antara Administrasi Negara dan Administrasi Niaga
Meskipun telah dikemukakan beraneka ragamnya pembagian administrasi, namun demikian untuk mempermudah dalam perbandingan, pada dasarnya hanya dua klasifikasi yang sering dilihat, yaitu Administrasi Negara dan Administrasi Niaga.
Perbedaan-perbedaan pokok antara keduanya dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.      Fakor Tujuan
a.        Administrasi Negara bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat dalam wilayah negara.
b.       Administrasi Niaga bertujuan untuk mengusahakan keabdian kelangsungan hidup organisasi yang dimungkinkan oleh adanya ekumulasi modal.

2.      Faktor Motif
a.        Administrasi Negara dalam proses pelaksanaan kegiatannya bermotifkan pemberian service yang efisien, ekonomis, dan seefektif mungkin kepada setiap warga negara yang harus dilayani.
b.       Administrasi Niaga dalam operasi bermotifkan keuntungan yang wajar atas modal yang telah ditanam.
3.      Sifat Pelayanan
a.        Administrasi Negara berkewajiban melayani semua warga negara dengan perlakuan yang sama.
b.       Administrasi Niaga dalam memberikan pelayanan sering membedakan sifat service yang diberikan karena motif untuk mencari keuntungan itu.
4.      Wilayah Yurisdiksi.
a.        Administrasi Negara mempunyai wilayah kekuasaan yang sama luasnya dengan wilayah kekuasaan negara.
b.       Administrasi Niaga tidak mempunyai wilayah kekuasaan tetapi yang ada hanya wilayah operasional yang luasnya dapat sama atau lebih kecil atau lebih luas dari wilayah kekuasaan negara.
5.      Kekuasaan
a.        Administrasi Negara memperoleh kekuasaan dari rakyat melalui lembaga perwakilan.
b.       Administrasi Niaga mempunyai kekuasaan tergantung pada besarnya modal yang dimiliki serta kemampuan untuk memanfaatkan hasil-hasil kemajuan di bidang teknologi.
6.      Orientasi Politik
a.        Administrasi Negara dan seluruh aparat dan personalianya sebagai abdi dari rakyat berorientasi politik netral, artinya ia tidak memihak, akan tetapi berdiri di atas semua golongan, aliran dan lapisan yang berada di dalam masyarakat.
b.       Administrasi Niaga, menjalankan politik pilihannya secara memihak dan menganut suatu aliran yang dianggapnya akan membantu usaha-usaha dalam mengadakan pengabdian kehidupan organisasi.
7.      Cara Bekerja
a.        Administrasi Negara lebih lamban dibandingkan dengan Administrasi Niaga, kelambanan ini adalah akibat dari approach legalitas yang dipergunakan administrasi negara yang sifatnya lebih menonjol dari administrasi niaga.
b.       Administrasi Niaga kegiatan-kegiatannya lebih sering didasarkan kepada approach programmatic dari pada legalitas sebagai akibat dari pada kompetisi ini, maka sifat inovasi merupakan cara terpenting untuk memenangkan persaingan, baik yang bersifat domestik (dalam negeri, regional, maupun Internasional).

D.    Perbedaan antara Administrasi yang Ilmiah dan Nonilmiah
Dalam pembahasan sebelumnya terlihat bahwa administrasi dapat dianalisis dari dua segi. Segi pertama, ialah administrasi sebagai suatu “seni” yang sebagai suatu fenomena sosial telah ada sejak timbulnya peradaban manusia. Sebagai suatu fenomena sosial administrasi yang telah berkembang sejak zaman purba hingga timbulnya “Gerakan Management Ilmiah”  tidak didasarkan kepada keilmuan (non Ilmiah).
Segi kedua, ialah Administrasi yang telah bersifat keilmuan yang lahir pada tahun 1886 dan masih terus berlangsung hingga sekarang.
Karena Administrasi sekarang ini sudah merupakan sutu “Artistic Science” dan “Scientific Art”, maka ada perbedaan-perbedaannya jika dibandingkan dengan situasi dimana Administrasi itu hanya bersifat “seni” semata, maka perbedaan-perbedaan itu antara lain sebagai berikut :
1.      Filsafat yang dianut
Administrasi yang ilmiah menganut filsafat yang “People Centered”, yang berarti memandang dan memperlakukan manusai tidak hanya sebagai alat pelaksana semata-mata, akan tetapi sebagai oknum yang berkepribadian, bertujuan, bercita-cita dan mempunyai ratio. Administrasi non ilmiah menganut filsafat yang “job centered” yang berarti bahwa dalam usaha mencapai tujuan, yang penting adalah tugas-tugas yang harus dilaksanakan agar selesai tepat waktunya.

2.      Approach yang dipergunakan
Administrasi yang ilmiah menggunakan “approach efisien dan ekonomis”. Karena para pelaksananya semakin menyadari bahwa sumber-sumber yang tersedia dalam usaha kerja sama untuk mencapai tujuan semakin terbatas. Approach Administrasi yang non ilmiah adalah “efektifitas” yang berarti bahwa dalam proses Administrasi, tercapainya tujuanlah yang terpenting dan tidak mempersoalkan mengenai pengorbanan tenaga, waktu, ruang dan uang yang diberikan.

3.      Metode Kerja
Administrasi Ilmiah menggunakan metode kerja yang sistematis dan prosedur kerja yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan. Administrasi yang Non Ilmiah menggunakan metode kerja yang tidak sistematis dan cara kerja yang sering didapatkan pada system coba-coba (Trial and Error) yang sering mengakibatkan kesalahan, kekeliruan, salah perhitungan dan pemborosan.

4.      Cara Bekerja
Administrasi yang ilmiah bekerja dengan cara revolusioner dengan cepat. Administrasi yang non ilmiah bekerja dengan cara-cara tradisional, kurang daya cipta serta lamban.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan beberapa uraian mengenai pemahaman mengenai pembidangan ilmu administrasi, kita dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut sangatlah perlu untuk kita ketahui agar kita dapat membedakan tujuan dan fungsinya masing-masing sehingga tujuannya tercapai sesuai yang di tentukan.

B.     Saran
Dari hasil pembahasa di atas, adapun saran dari penulis untuk lebih memahami pembidangan ilmu administrasi, yaitu sesering mungkin membaca artikel tentang administrasi agar pemahaman kita sebagai mahasiswa lebih baik dan dapat mengetahui pembidangannya sesuai aturan-aturan dari pembidangan tersebut.






DAFTAR PUSTAKA
Anonyim. 2011. Pengantar Ilmu Administrasi. (Online), (www.google.com, diakses tanggal 07 Oktober 2011)
Anonyim. 2010. . (Online), (www.google.com, diakses tanggal 07 Oktober 2011)
Pangewa, Maharuddin. 2008. Mengenal Substansi Ilmu Administrasi. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar





1 komentar: