Kamis, 26 April 2012

FUNGSI PENDIDIKAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH

MK Pengantar Ilmu Sosial (Tugas Akhir/Final Semester Ganjil 2011/2012)
Dosen : Supriadi Torro, S.Pd, M.Si



NAMA                       : FATJRI NUR TAJUDDIN
NIM                            : 1168040104
JURUSAN/KELAS  : PENDIDIKAN ANTROPOLOGI/B
FAKULTAS              : ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR








FUNGSI PENDIDIKAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH

A.    Pendahuluan
IPS sebagai mata pelajaran pada kurikulum sekolah menengah yang merupakan model pemisahan separated curriculum dari mata pelajaran sejarah, geografi, dan ekonomi. Standar kompetensi lintas kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. Standar kompetensi ada dua bidang, yaitu kompetensi lintas kurikulum dan standar kompetensi bahan kajian, cakupan materinya yang meliputi 4 bidang; Sistem sosial budaya, Manusia, tempat, dan lingkungan, Perilaku ekonomi dan kesejahteraan, Waktu, keberlanjutan, dan perubahan. Terdapat 6 rambu-rambu yang perlu dijadikan pedoman bagi pengembangan yang harus dilakukan oleh guru dalam pengembangan silabus dan program pembelajaran KBK.
Standar kompetensi untuk bahan kajian ilmu-ilmu sosial dan pendidikan kewarganegaraan. Kompetensi dirumuskan dalam kurikulum adalah sebagai dasar untuk dikembangkan dalam mata pelajaran.
Tujuan pendidikan IPS secara teoretik tidak hanya terdapat dalam kurikulum secara eksplisit, namun tumbuh dalam berbagi konsepsi pemikiran yang dikembangkan para pakar. Beberapa definisi yang coba diangkat, selalu memuat konsep tentang tujuannya. Tradisi di mana pendidikan IPS ini dikembangkan mewarnai rumusan tujuan sehingga tampak rumusan ini sangat kontekstual dengan sosial budaya pendidikan sebagai latarnya.
Pendidikan IPS sebagai pendidikan disiplin ilmu dengan identitas bidang kajian elektik yang dinamakan ”an integrade system of knowledge”, syntetic discipline, multidimensional dan kajian monodisiplin. Pada tahun 1970 mulailah diperkenalkan Pendidikan IPS sebagai pendidikan displin ilmu. Pendidikan IPS memiliki kekhasan yakni kajian yang bersifat terpadu (integrated), interdisipliner, multidimensional bahkan crossdisiplier. Karakter ini terlihat dari perkembangan PIPS sebagai mata pelajaran di sekolah yang cakupan materinya semakin meluas seiring dengan kompleks dan rumitnya permasalahan sosial yang memerlukan kajian secara terinategrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, teknolo, humaniora, lingkungan bahkan sistem kepercayaan.
Oleh karena itu IPS di tingkat sekolah pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), keterampilan (sikap), dan nilai (attitudes and values) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau masalah sosial serta kemampuan mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan agar menjadi warga negara yang baik.

B.     Pembahasan
Dalam pembahasan berikut, penulis akan menguraikan fungsi/kegunaan/tujuan dari pendidikan IPS di Sekolah menengah.
Menurut Noman Sumantri bahwa tujuan Pendidikan IPS pada tingkat sekolah adalah :
1.    Menekankan tumbuhnya nilai kewarganegaraan, moral, ideologi negara dan agama.
2.    Menekankan pada isi dan metode berfikir ilmuwan.
3.    Menekankan reflective inquiry.
Adapun fungsi Pendidikan IPS di Sekolah menengah adalah:
1.    Membekali siswa dengan pengetahuan sosial yang berguna, keterampilan sosial dan intelektual dallam membina perhatian serta kepedulian sosialnya sebagai SDM yang bertanggung jawab dan merealisasikan tujuan nasional.
2.    Membina siswa menjadi wara negara yang baik dan memiliki keterampilan dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat, dan negara.
3.    Mendidik siswa untuk dapat berkomunikasi, bekerjasam dalam masyarakat yang majemuk ditingkat lokal, nasional, dan global.
4.    Mengarahkan siswa untuk berfikir kritis dan memecahkan masalah sosial yang dihadapinya.
Kedudukan pengajaran IPS begitu unik karena harus mempersiapkan dan mendidik anak didik untuk hidup dan memahami dunianya, dimana kualitas personal dan kualitas sosial seseorang akan menjadi hal yang sangat vital. Menurut A.K. Ellis (1991), bahwa alasan dibalik diajarkannya IPS sebagai mata pelajaran di sekolah karena hal-hal sebagai berikut:
1.      IPS memberikan tempat bagi siswa untuk belajar dan mempraktekan demokrasi.
2.      IPS dirancang untuk membantu siswa menjelaskan "dunianya".
3.      IPS adalah sarana untuk pengembangan diri siswa secara positif.
4.      IPS membantu siswa memperoleh pemahaman mendasar (fundamental understanding) tentang sejarah, geographi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya.
5.      IPS meningkatkan kepekaan siswa terhadap masalah-masalah sosial.

Menurut Para Ahli :
-          Barr dan teman-temannya (Nelson, 1987; Chapin dan Messick,1996) merumuskan tiga perspektif tradisi utama dalam IPS. Ketiga tradisi utama tersebut ialah:
1.      IPS diajarkan sebagai pewarisan nilai kewarganegaraan (citizenship transmission).
2.      IPS diajarkan sebagai ilmu-ilmu sosial.
3.      IPS diajarkan sebagai reflektif inquiry (reflective inquiry).
-          Roberta Woolover dan Kathryn P. Scoot (1987) merumuskan ada lima perspektif dalam mengajarkan IPS . Kelima perspektif tersebut tidak berdiri masing-masing, bisa saja ada yang merupakan gabungan dari perspektif yang lain. Kelima perspektif tersebut ialah:
1.      IPS diajarkan sebagai pewarisan nilai kewarganegaraan (citizenship transmission).
2.      IPS diajarkan sebagai Pendidikan ilmu-ilmu sosial.
3.      IPS diajarkan sebagai cara berpikir reflektif (reflective inquiry).
4.      IPS diajarkan sebagai pengembangan pribadi siswa.
5.      IPS diajarkan sebagai proses pengambilan keputusan dan tindakan yang rasional.
Siswa membutuhkan pengetahuan tentang hal-hal dunia luar yang luas dan juga tentang dunia lingkungannya yang sempit. Siswa perlu memahami hal-hal berkaitan dengan individunya, lingkungannya, masa lalu, masa kini, dan masa datang. Kesadaran akan pentingnya hubungan antara bahan IPS (social studies content), ketrampilan, dan konteks pembelajaran (learning contexs) dapat membatu kita untuk mengembangkan suatu IPS yang kuat kadar inquiri sosialnya.
Dalam hubungannya dengan nilai dalam pendidikan IPS, seorang guru harus mendorong anak untuk aktif bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Guru perlu memotivasi anak untuk memiliki sikap yang baik. Sangatah penting bagi seorang guru mendorong anak untuk memiliki sikap yang baik, karena dengan menciptakan pengalaman-pengalaman di dalam kelas siswa diharapkan akan melakukan perbuatan yang baik dalam kegidupan sehari-harinya.

C.    Penutup
-          Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari pembahasan di atas adalah bahwa pendidikan IPS sangatlah penting untuk di terapkan di sekolah termasuk sekolah menengah karena dengan pendidikan IPS berfungsi/bertujuan untuk mengantarkan, membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik  agar : 
1.       Menjadi warga negara (dan juga warga dunia) yang baik;
2.       Mengembangkan pemahaman mengenai pengetahuan dasar kemasyarakatan , 
3.       Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan penuh kearifan dan keterampilan inkuiri untuk dapat memahami, menyikapi,  dan mengambil langkah-langkah untuk ikut memecahkan masalah sosial kebangsaan,
4.       Membangun komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan menghargai serta ikut mengembangkan nilai-nilai luhur dan  budaya Indonesia, dan
5.       Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, baik lokal, regional maupun internasional.

D.    Sumber

Monzcutter. 2011. Perspektif dan Tujuan Pendidikan IPS. (Online), (www.google.com, diakses tanggal 06 Januari 2012)

Muchtar, Al, Suwarma. 2011. Pendidikan IPS. (Online), (www.google.com, diakses tanggal 06 Januari 2012)

Novio. 2010. Analisis Kurikulum IPS Tingkat SD, SMP, dan SMA . (Online), (www.google.com, diakses tanggal 06 Januari 2012)

Ramli, Murni. 2008. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. (Online), (www.google.com, diakses tanggal 06 Januari 2012)

Sudrajat, Akhmad. 2011. Karakteristik Mata Pelajaran Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). (Online), (www.google.com, diakses tanggal 06 Januari 2012)

Oktaseiji. 2011. Upaya Pembaharuan Pendidikan IPS di Indonesia. (Online), (www.google.com, diakses tanggal 06 Januari 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar